oleh

Soal Bagi Hasil, Bupati Kaimana akan Bertemu Menteri ESDM dan Managemen Freeport

-Ekbis-338 views

KAIMANA, KT- Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) di Kabupaten Mimika mendesak pemerintah pusat untuk segera merealisasikan dana kemitraan PT Freeport Indonesia, bagi dua kabupaten yang menjadi kabupaten yangh menerima dampak dari pengelolaan tambang milik PT Freeport Indonesia, yakni Kabupaten Asmat dan Kaimana.

Bupati Kaimana, Matias Mairuma, dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan di halaman Polres Kaimana, Senin (2/3/2020) menyebutkan, terkait dengan persoalan itu, dirinya akan bertemu dengan Menteri Energi dan sumber daya mineral (ESDM) RI serta managemen PT Freeprot Indonesia.

“Benar dalam mengelolaan sumber daya alam ini, dikenal dengan daerah penghasil dan daerah bukan penghasil. Hari ini, saya juga pingin mau bertemua dengan managemen Freeport Indonesia. Pertemuan dengan pihak managemen itu guna ingin mengecek kalau pekerjaan pengeboran di bawah tanah itu jangan-jangan sudah masuk di wilayah Etna Kabupaten Kaimana. Jika sudah masuk di wilayah Etna, berarti Kaimana ini daerah penghasil, bukan lagi daerah yang kena dampak,” tegas Bupati Mairuma.

Dikatakan, untuk itu, dalam pertemuan dengan managemen PT Freeport itu, Bupati berkeinginan untuk melihat jangkaua operasional pekerjaan PT Freeport.

“Sekarang tinggal kami lihat jangkauan operasionalnya  mereka, sudah sampai di mana. Selama ini Kaimana mendapatkan bagian, tetapi bukan daerah penghasil. Kalau daerah penghasil maka prosentase pembagian hasilnya  berbeda, daerah penghasil lebih besar prosentasenya. Namun, untuk urusan seperti ini menjadi kewenangannya Kementerian ESDM. Untuk itu, saya juga akan bertemu dengan Menteri ESDM untuk membicarakan hal ini,” tegasnya.

Dia juga mengaku, jika dilihat dari hasil seismik yang dilakukan oleh salah satu anak perusahaan PT Freeport, sumber daya di wilayah Teluk Etna itu merupakan penghasilkan SDA yang luar biasa dan semua perusahaan mengincar itu.

Dirinya juga berharap, dengan pertemuan tersebut, baik Manteri ESDM maupun managemen PT Freeprot Indonesia, maka akan semakin terbuka soal bagi hasil tersebut.(FOR-R1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru