oleh

Smandu Kaimana Tetap Belajar Daring hingga Desember 2020

-Pendidikan-288 views

KAIMANA, KT– Kepala SMA Negeri 2 (Smandu) Kaimana, Sutanto, S.Pd, mengatakan sejak pandemi covid 19, sekolahnya belum menerapkan pembelajaran tatap muka di kelas. Hingga saat ini, sekolahnya masih menggunakan pembelajaran sistim daring.

“Untuk sistem pembelajaran online perlu dipersiapkan, mulai dari perangkatnya, gurunya hingga siswanya, termasuk wifi, harus kita siapkan. Memang sebelumnya, kita laksanakan pelatihan pembelajaran online untuk gurunya, begitu gurunya sudah menguasai, pelatihan untuk siswa kelas X, kelas XI dan kelas XII,” ujar Sutanto, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2020).

Dikatakan, setiap hari sistem pembelajarannya karena covid, sehingga hanya 2 kelas.

Untuk para guru diberikan uang untuk mengisi pulsa sebesar Rp. 150.000 termasuk uang untuk persiapan gurunya mengajar.

“Untuk siswa tidak diberikan, tapi ada apresiasi, untuk siswa tidak dikenakan uang komite. Sehingga uang komite dipakai untuk membeli pulsa seluruh siswa. Kita sudah mengadakan pertemuan dari pihak sekolah dengan orangtua siswa,” imbuhnya.

Dikatakan, memang awalnya siswa masih kendala di dua minggu pertama, karena sebanyak 63 siswa tidak mempunyai handphone anroid.

“Seiring berjalan waktu, ada beasiswa PIP dari untuk OAP, lewat beasiswa dibelikan HP khusus buat siswa, sebanyak 63 siswa. 63 siswa ini, menerima beasiswa tidak dalam bentuk uang, melainkan HP,” tegasnya.

Disinggung soal hambatan yang ditemukan selama proses pembelajaran online ini selain masalah di atas, kata dia, sejak bulan juli hingga sampai saat ini, kendala yang dihadapi yakni listrik sering padam dan signal telkomsel yang agak lambat.

“Pembelajaran dengan sistim online ini, kemungkinan besar akan berlanjut hingga Desember 2020 mendatang. Pembelajaran online dari pemerintah sudah ada kurikulum darurat yang diberlakukan pada saat covid 19, untuk semua sekolah. Sementara dari Kementerian Pendidikan tidak menuntut kurikulum berjalan 100 persen, karena pasti banyak kendala,” ujarnya lagi.(REN-R1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru